Masih Seputar Patah Hati

Salah satu hal yang merepotkan dari patah hati itu adalah: setelah tiga bulan, gue merasa kesulitan untuk menemukan keberanian bercerita pada teman-teman terdekat bahwa gue masih sedih. Terutama saat teman-teman terdekat gue sudah menikah semua. Mereka sudah kesulitan untuk bisa relate dengan kesedihan cemen macam putus saat kehidupan mereka sudah leveled up ke rumah tangga dan menjadi orang tua.

Teman-teman gue yang single juga nampaknya sudah kesulitan untuk memiliki empati ke kesedihan gue ini setelah tiga bulan berlalu dari gue putus. Ditambah lagi gue lebih dikenal sebagai orang yang kuat, pintar, bijaksana (beneran ada yang mendeskripsikan gue sebagai bijaksana), lucu, dan woles. Di pikiran mereka, gue putus itu paling yaaa sebulan dua bulan aja sedihnya dan abis itu udah nggak akan kenapa-kenapa lagi.

Jadi rasanya di gue juga memalukan saat gue mau bilang 'jadi semalem, nggak deng udah semingguan kemaren, gue nangis mulu. Nangisnya yang sampe sesek napas gituuuu'

I don't want to put burden on them to soothe me. It's been months, they must be fed up now.

JUST MOVE ON ALREADY, BITCH. EVEN HE TOLD YOU SO.

^Apa gue print ini ya, tempel di cermin di kamar gue jadi gue liat tiap hari?

Jadi, disini lah saya. Karena tidak tahu lagi mau dikeluarkan kemana rasa sakit ini. Udah kok monolog sendiri tiap hari di kamar. Kalo ada setan di kamar gue, gue yakin tiap kali gue mulai ngomong sendiri dia rolling their eyes terus pergi. Bosen.

I just don't know what to do with this pain inside. Gue juga ngiranya setelah 2-3 bulan bakal selesai macam anak magang tapi ini udah 5 bulan dan rasa sakitnya nggak berkurang. Berkurang pun nggak, gitu.

Kalo Adele sih enak, patah hati bisa dijadiin lagu terus jadi royalti sama Grammy. Atau minimal kayak penulis-penulis menye di Twitter atau Instagram lah gitu kan, sedih bisa dapet deal bikin buku.

Gue patah hati cuma ngabisin stok tisu gue doang. Sama bikin gue mempertanyakan kewarasan gue. Is it normal to be THIS sad? Is it normal that in this timeline I'm still here?

Patah hati itu biasanya berapa lama sih? Jadinya gue punya gambaran mana yang wajar mana yang 'hmm mungkin udah waktunya gue dirukiyah'. I'm new at this so it is confusing.

Cara coping patah hatinya pun gue bingung gimana yang enak. Banyak yang bilang main sanaaa. Oke fine, gue paksain diri gue main ke luar. Sekarang gue sedih dan ngeluarin uang. Makin frustrasi yang ada. Keluar uang kok malah sedih. Mending sedih di rumah aja ketauan.

Lagi begini suka berharap gue into drinking, clubing, atau casual sex gitu. Ada lah coping mechanism yang bisa take my mind away from this pain even only for several hours.

Cara terakhir yang gue punya cuma tidur. Tapi bahkan di defense terakhir gue ini pun dia masih suka ada di mimpi gue.

Kayak semalam. Semacam, pengen marah-marah kenapa masih ada dia di mimpi gue tapi deep down inside I am happy. I am happy to see him and talking with him again in my dreams. I woke up not with sadness or anger but with warm feeling in my heart.

I know he wants me to move on from him, and I'm trying, god knows how hard I'm trying. I want to be selfish and say 'but I love you!' but I choose to learn to love him unconditionally. I keep telling myself that it is his wish for me to move on from him. To move on is my last way to show him that I do love him. But I need more time to do it. It. Just give me time.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Rencana Tuhan

Melihat Mantan Dengan Perempuan Lain

Mengubah Hidup