Tentang Lemon Cake
Jadi kemarin ini buku saya, si Lemon Cake, akhirnya terbit. Jujur sampai sekarang saya masih kesulitan untuk meresapi sepenuhnya semenakjubkan apa momen ini. Perasaan rendah diri kronis saya masih menahan saya untuk bisa benar-benar mengakui betapa pentingnya hal ini. Sekilas-sekilas suara seperti ‘ah gini doang’, ‘belum tentu laku’ dan semacamnya masih sering hilir mudik di kepala, membuat saya masih merasa kurang pantas jika ingin berbahagia dengan maksimal. Memang karakter dasar manusia itu mencari kesulitan. Terlepas dari apa benar kejadian ini ‘gini doang’ dan tanpa mengetahui bagaimana angka penjualannya, satu hal yang saya yakini bisa saya serap kebahagiaannya adalah melihat bagaimana teman-teman saya bereaksi akan berita saya menerbitkan buku ini. Sungguh, saya benar-benar bisa merasakan cinta dari mereka. Ada teman lama saya yang tinggal di Singapura, yang sebenarnya kami berkenalan hanya selintas saja saat dia sedang secondment di kantor saya. Dari tujuh-delap...