Sedikit Tentang BIGBANG
Meskipun temanya ini akan terasa sedikit segmented yaitu KPOP tapi saya sedikit berharap cerita yang mau saya bagikan ini entah bagaimana juga bisa dipahami orang-orang yang tidak tahu, tidak paham, bahkan tidak suka dengan KPOP.
Kemarin grup musik kesukaan saya nomor satu sejagad raya ini, BIGBANG, akhirnya come back (atau dalam bahasa umumnya, kembali rilis lagu) setelah hampir lima tahun hiatus karena banyak dan beratnya kontroversi yang melanda mereka. Beruntung, saya ternyata masih melek saat video klip mereka rilis di Youtube. Jujur saya lupa bahwa tanggal rilisnya adalah 5 April tengah malam waktu Korea yang berarti 4 April jam 10 malam di WIB. Tidak ada niat menunggui tapi nampaknya hati VIP (sebutan untuk fandom BIGBANG) yang berumur 10 tahun ini tahu dan membimbing saya ke kebetulan bisa menonton video mereka, 12 menit setelah rilis.
Pertama menonton, rasanya masih biasa saja. Masih berusaha mencerna sepenuhnya BIGBANG kembali muncul, masih berusaha mengerti lirik lagu mereka, masih berusaha menerima mereka ini benar-benar kembali bernyanyi lagu baru.
Di kali kedua menonton, baru lah air mata ini menetes dengan derasnya. Bahkan harus diakui saya juga sampai terisak-isak. Sedikit terkejut dengan luapan emosi ini, saya mengambil waktu sejenak diantara isak tangis untuk memahami kenapa saya sampai menangis begitu keras begini.
Di awal-awal umur 20 tahun, saat saya lihat lagi sekarang, di masa itu saya hanya bergerak dari rumah ke kantor dan sebaliknya. Itu adalah masa tidak memiliki sesuatu untuk disukai, diusahakan, dihargai. Saya tidak paham sama sekali tentang self love, tidak mengerti konsep menghargai hidup, menikmati little things in life, juga saya sama sekali tidak dekat dengan siapa pun saat itu. Saya mulai perlahan meninggalkan semua hobi saya karena bekerja dan perjalanannya terasa begitu menguras waktu dan tenaga.
Teman-teman saya di masa itu semuanya sedang sibuk mengusahakan agar bisa bekerja dengan baik, sedang sibuk menyesuaikan diri mereka dengan tahapan baru dalam hidup. Persahabatan tidak berarti kelewat penting untuk saya saat itu. Saya jarang menghabiskan waktu dengan teman saya. Semuanya biasa saja. Pekerjaan saya saat itu terasa begitu melelahkan dan menuntut. Penuh stres dan sakit hati. Ditambah dengan commute dari Bintaro ke Jakarta di masa itu masih sangat menyedihkan.
Sehari-hari yang saya rasakan hanya lelah.
My heart was so cold and hard. I liked nothing back then.
Sampai satu waktu saya tahu lagu Love Song dari BIGBANG.
Sebelumnya saya sudah tahu BIGBANG tapi saya merasa lagunya kelewat funky buat saya. Penampilan anggotanya juga aneh. Saya terbiasa melihat idol-idol Korea itu tinggi dan tampan-tampan tapi BIGBANG ini gimana ya. Nggak masuk akal aja kumpulan orang ini bisa jadi idol.
Tapi ya semacam jodoh, denger juga itu Love Song dan I was hooked. Lagunya beda dari semua lagu KPOP yang pernah saya denger, video klipnya cantik banget, dan member-membernya keliatan chic banget dengan suit mereka (biasanya baju BIGBANG kan ajaib ya). Saya selalu kesulitan kalau disuruh memilih lagu kesukaan dari BIGBANG tapi lagu yang akan selalu menjadi paling istimewa untuk saya adalah Love Song.
Saya selalu mendengarkan lagu-lagu BIGBANG saat di perjalanan ke dan dari kantor. Album Alive mereka sudah bolak-balik saya dengarkan. Blue terasa begitu cocok saat didengarkan duduk di bangku Metromini sambil memandangi jalanan Jakarta malam hari. Untuk pertama kalinya saya merasa lebih terhubung dengan dunia di luar saya ini.
Meskipun commute masih terasa sangat melelahkan tapi ada saatnya saya tidak sabar ingin duduk di bangku Metromini atau sekedar berdiri bersandar di pintu KRL agar saya bisa mendengarkan lagu-lagu BIGBANG.
Akhirnya saya menemukan sesuatu yang bisa benar-benar saya sukai. Sesuatu yang bisa membuat saya merasa hidup di dunia ini dan bukan hanya sekedar ada. Sesuatu yang bisa membuat saya bersemangat, membuat saya menunggu sesuatu (seperti jadwal manggung mereka) selain daripada menunggu kedatangan KRL.
Untuk pertama kalinya saya merasa hidup saya meluas.
Saat saya menyadari ini, saya paham kenapa mendengarkan lagu BIGBANG kali ini terasa begitu emosional. Saya merasa begitu bersyukur di masa terdinginnya hati saya, saya masih bisa menyukai sesuatu dengan sangat, dan itu adalah BIGBANG. Saya bersyukur mereka bisa menyentuh hati saya, membuat saya bisa untuk peduli dengan hal lain di luar hidup saya sendiri.
Begitu banyak persepsi buruk tentang idola dan memang banyak sisi buruknya. Akan tetapi untuk saya pribadi, mengidolakan BIGBANG hanya melembutkan hati saya. Hanya mengajari saya untuk bisa menyukai sesuatu dengan berlebihan dalam cara yang terbaik.
I feel lucky that I have that experience to love something so much. Many people never have such experience until the day they died. To feel alive is to love many things, right?
VIP until whenever.
Komentar
Posting Komentar