Matrix World
Beberapa
hari yang lalu teman saya yang sedang hamil 9 bulan datang ke saya meminta
pertanggung jawaban.
Nggak deng,
dia dateng soalnya saya buka tabungan di bank tempat dia kerja dan sekarang mau
saya tutup. Si mbak ini teman dekat saya sejak saya masih kuliah, satu jurusan
dan teman kumpul kebo saya a.k.a temen sekamar kostan. Jadi tentu saja kami
sangat dekat.
Pembicaraan
berlangsung ngalor ngidul seperti biasa dan sempat tersebut tentang adiknya
yang sedang dalam masa sulit. Secara keuangan maupun hubungan personal sedang
dalam masa sulit lah.
Mamanya
teman saya ini terus ke Vihara gitu, mau minta ramalan. Long story short, dapet
ramalan angkanya 42 dan itu jelek banget sih isinya. Semuanya nggak ada yang
bagus lah gitu.
Fast
forward ke sehari setelahnya, Spider-man: Into The Spider-Verse AKHIRNYA ada di
Netflix (sabar, sabar, akan ada hubungannya ini dengan cerita pembuka gue yang
tadi). Malamnya langsung gue tonton dan ada adegan Miles yang digigit laba-laba
dengan cat fluorescent warna-warni dengan angka 42 tertulis di perut si
laba-laba.
Hmmm 42
lagi.
I kinda
believe if something is repeating appearing in your view range, probably you
should check that out. So I did. Thanks to Google, checking what the world have
to say to you is much easier now.
Hasil
Google dari '42 meaning' membawa saya ke penjelasan tentang angka 42 di buku The Hitchhiker's Guide to the Galaxy. Intinya adalah, karena
saya juga belum membaca bukunya:
A group of hyper-intelligent
pan-dimensional beings demand to learn the Answer to the Ultimate Question
of Life, The Universe, and Everything from the supercomputer Deep Thought, specially built for this
purpose. It takes Deep Thought 7½ million years to compute and check the
answer, which turns out to be 42. Deep Thought points out that the
answer seems meaningless because the beings who instructed it never actually
knew what the Question was.
Okay, pembukaan yang masih membingungkan. Lalu, ke bagian
penjelasannya:
Perlu diingat, Deep Thought adalah supercomputer, jadi bahasa
yang digunakan (harusnya) termasuk dalam bahasa pemograman kan. Nah, berikut
ada penjelasannya:
ASCII 42
In
programming, an asterisk is commonly used as a sort of "whatever you want
it to be" symbol.
ASCII
language, the original way that computers run, the most basic computer
software, in it, 42 is the designation for asterisk. The GIANT COMPUTER was
asked what the true meaning was. It answered as a computer would.
Anything you want it to be.
*Insert mind blown GIF here*
Life is ANYTHING you want it to be. Arti dari hidup ini,
bagaimana hidup ini mau dijalani dan pada akhirnya dimaknai, semuanya ada di
dalam kekuasaan kita masing-masing. Di film Spider-Verse itu juga diucapkan
beberapa kali mengenai leap of faith. How related, because if we really want to
have the life we want, we basically need to take that leap of faith.
Hal ini bikin saya inget pernah baca soal satu lagi konsep di
bahasa pemograman komputer yang juga sebenernya sama dengan kehidupan di dunia
nyata. Maybe we all indeed live in matrix world after all.
Konsepnya adalah binary code. berikut saya langsung copas aja
dari Wikipedia penjelasannya takut bahasa saya ngejelasin salah:
A binary code represents text, computer processor instructions,
or any other data using a two-symbol system. The two-symbol system used is
often "0" and "1" from the binary number system.
The binary code assigns a pattern of binary digits, also
known as bits, to each character, instruction, etc.
Bismillah semoga pemahaman saya ini bener. Kalau ada yang salah,
mohon dikomenin aja yah, biar bisa saya edit postingannya.
Jadi, semua instruksi atau bentuk atau teks yang ada di komputer
adalah hasil dari binary code ini. Semuanya terdiri dari angka 1 dan 0 yang
berganti-gantian dan terkesan tidak teratur dan random. Bisa jadi 1110011 atau
0011000011 atau semacam itu. Terus menerus berulang-ulang membentuk teks.
Relasinya dengan kehidupan nyata?
1 itu merepresentasikan 'ada' dan 0 merepresentasikan 'kosong'.
Dan itu lah hidup, terdiri dari sekian banyak 'ada' dan 'kosong' yang
terus-menerus berganti-gantian, membentuk teks kehidupan kita. Dalam satu titik
di kehidupan kita bisa aja rasanya kok busuk amat, gitu. Artinya kita sedang
berada dalam titik 0 kita. Tapi karena kita tahu hukum kehidupan adalah harus
ada 1 untuk membentuk teks, kita bisa menjalani titik 0 itu dengan keyakinan
akan datang masa kita akan berada di titik 1 pada akhirnya. Bukannya
penghiburan omong kosong, tapi memang hukum dunia itu sudah seperti itu.
Istilah hidup ini bagai roda yang berputar, kadang di bawah,
kadang di atas (ini dari ajaran Hindu, btw) itu beneran. We need to keep
rolling to get somewhere in the end, right?
Sisi negatif di diri saya mulai menyuarakan opininya saat saya
mendengar konsep ini:
Berarti abis 1 juga akan datang 0 kan kalo gituuu~ sama aja
bohong kan~
Ya, terima kasih masukannya, my old friend, darkness.
Tapi ya emang bener sih, karena memang sudah konsep kehidupan
seperti itu. TAPIII, kalau saya melihatnya justru si 1-nya itu yang harus
dijadikan bahan bakar dalam tetap hidup dan berusaha. Sure, 0 will come
eventually but so does 1. So it is equal. Just make sure you stay humble and
kind and true during your 1 time so when 0 hits, you are ready and the damage
is won't shock you that much. And you don't have to be afraid of the 0 because
it will come anyway. Just like death, you know. It is inevitable, better
embrace it rather than being afraid of it.
Jadi, setelah saya membaca soal arti angka 42 dari Hitchhiker's
Guide itu, saya menghubungi teman saya yang adiknya dapat ramalan jelek dengan
angka 42 di kertas ramalannya itu. Saya bilang: Karena hidup ini whatever we
want it to be, andaikan jelek pun karena kita yang memprogramnya menjadi jelek,
disadari maupun tidak disadari. Seenggaknya, adik lo masih diingetin bahwa
meskipin sekarang ini program dia jelek, dia masih punya kuasa sepenuhnya untuk
menjadikannya baik.
And that's the essence of life. Whatever you want it to be.
Komentar
Posting Komentar