Menjadi Single Di Umur 30an
Gue nggak pernah nyangka akan datang saatnya gue bisa dengan sungguh-sungguh bilang: I am so happy that I am single now.
Inget banget dulu saat otak gue bahkan masih belum masuk tahapan berkembang, gue punya niat menikah di umur 22 tahun. Sekarang gue merinding sendiri kalau ngebayangin umur segitu udah beneran nikah. Umur segitu masak aja belom bisa udah mau berumah tangga aja.
Itu refer ke masak buat makan sendiri ya, bukan buat masakin suami.
Gue juga inget kepanikan dan keputus asaan gue di umur 27 untuk bisa segera punya pasangan. Entah ya, umur 27-28 itu kalau buat gue bener-bener titik gue panik menjadi single. Mendekati kepala tiga dan masih single itu terlihat sangat menakutkan. Mungkin dipengaruhi dengan lingkungan sekitar gue yang udah pada menikah atau ya minimal udah punya pacar.
Dan sekarang, di umur 32 tahun, gue merasakan satu moment saat gue bener-bener bisa ngerasa, wah gue hepi banget dengan posisi single sekarang. Beneran. Moment itu gue rasainnya pas gue lagi jalan ke Alfamart. Random banget memang tapi beneran deh, beberapa kali gue ngerasain that consciousness of being alive and content selalu di kejadian-kejadian simple. It just struck out of nowhere.
Gue sadar di umur 20an, gue masih nggak tahu apa yang gue mau. I don't even know what I am. Umur 20an gue masih sangat fokus dengan to fit in the society, to please as many people as possible. Sekarang sih aduh, udah nggak ada tenaga buat menyenangkan orang lain. Kalau apa yang bikin gue hepi juga bikin lo hepi, that's good. Tapi kalau gue butuh effort just to make you happy then I'll just pass.
Sekarang ini pun gue masih belum tau sepenuhnya gue ini apa. Gue ngerasanya masih dalam proses unfolding satu-satu tentang diri dan hidup sendiri. Tapi seenggaknya gue udah punya beberapa potongan puzzle-nya, gue udah punya bayangan akan the bigger picture.
Tapi tentu saja bukan berarti mereka yang menikah di umur 20an itu nggak bahagia yah. My contentment of my current situation is not an attack on other's life. It just because for a long time I spent my time worrying about being single in my 30s, jadi begitu gue ternyata bisa ngerasa content dan happy dengan kondisi ini, rasanya begitu membebaskan. And personally, I can see now that my 20s was just shallow. Like, nah. I was too stupid to make any important decision back then. Ini gue yah, nggak berarti berlaku ke semua orang. This is really my personal experience, no need to make it a template.
Dan sekali lagi, hanya karena gue ngerasa happy dengan kelajangan gue bukan berarti nggak mau punya pasangan. Nggak ada hubungannya dua hal itu. Single dan hepi itu cuma menunjukkan kemampuan untuk merasa cukup dengan diri sendiri dan let go control issue.
Semesta ini nggak julid kok. Nggak yang 'oh lo suka single? FYNE ga usah punya pasangan kalo gitu.'
If anything, this universe will give you back the love you give to yourself.
Jadi buat mbak-mbak kalian yang masih merasa resah karena di umur sEgIni masih single, coba alihkan tenaga dan perhatian kalian ke hal yang kalian sudah punya dulu sekarang: diri sendiri. Be the love you always want to have, love yourself just like how you expect a lover would do. Nggak ada baiknya buang-buang energi ke hal yang masih belum kelihatan hilalnya (pasangan).
Make the best out of your current timing as a sign of having faith in your life. Only then you would see how life's kindness unfolding in front of you :).
Komentar
Posting Komentar